Kalian ibu rumah tangga? Atau memiliki waktu luang lebih di rumah? Ada baiknya mencoba budidaya jamur tiram. Budidaya jamur tiram di rumah sudah banyak dicoba oleh para pengusaha jamur tiram rumahan. Selain perawatannya yang tergolong mudah dan bisa dilakukan dirumah, investasi yang dikeluarkan juga tidak sebesar usaha lain, lho! Ini dia cara budidaya jamur dirumah, selamat membaca!
- Membuat rumah jamur
Rumah jamur ini adalah sebuah bangunan atau rumah sebagai tempat baglog untuk pertumbuhan jamur. Rumah jamur ini harus memiliki kelembaban yang sesuai, biasanya atapnya terbuat dari genteng (jangan besi atau seng) dan dindingnya serupa tembok biasa. Didalam rumah jamur ini sediakan rak-rak bambu untuk menyimpan atau meletakkan baglog.
- Siapkan baglognya!
Baglog adalah tempat menaruh bibit jamur tiram. Biasanya terbuat dari ampas kayu atau tebu, sumber gula (tepung-tepungan), kapur, bubuk P dan air.
- Buat baglogmu!
Cara membuatnya adalah bungkus serbuk gergaji dengan plastic berbentuk silinder dan lubangi salah satu ujungnya. Atau untuk kalian para pemula ada baiknya untuk membeli baglog agar kalian bisa fokus dalam budidaya jamur tiram itu sendiri. Penyusunannya sendiri bisa dilakukan secara vertical maupun horizontal.
- Sterilisasi
Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara mengukus baglog yang sudah siap pada wadah drum dengan suhu uap 95-110`C dalam waktu 8-10 jam akan membuat baglog steril. Kemudian buka wadah pengukus dan diamkan hingga suhu baglog kembali normal.
- Tanam bibit (Inokulasi)
Setelah suhu baglog kembali normal, tanam bibit dengar cara memasukkan bibit dibagian atas permukaan media usahakan merata ya! Ikat baglog dengan kuat, ujung baglog dimasukkan potongan pralon (cincin) kemudian tutup dengan kertas Koran dan ikat dengan karet gelang. Proses ini sebaiknya tidak lebih dari 24 jam setelah sterilisasi.
- Rawat baglognya!
Buka cincin dan penutup kertas baglog dan diamkan 5 hari sebelum baglognya disusun di rak rumah jamur tadi. Potong ujung baglognya agar jamur tetap memiliki ruang pertumbuhan, diamkan selama 3 hari, jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai, guna menjaga kelembaban tempat. Untuk pernyiraman gunakan spray agar hanya membentuk kabut. Lakukan 2-3 kali sehari tergantung kelembaban rumah jamur.
- Time to panen!
Jamur biasanya sudah bisa dipanen setelah 1-2 minggu pembukaan tutup baglog. Yaitu ketika jamur sudah mekar dan membesar. Ujungnya meruncing dan tudungnya belum pecah dan masih putih bersih. Bila lewat masa panen jamur akan menguning atau kecoklatan dan tudungnya pecah dan akan cepat layu. Dan jarak panen berikutnya biasanya 2-3 minggu. Baglog biasanya bisa digunakan 5-8 kali.
Nah, itu tadi cara budidaya jamur tiram dirumah. Gimana? Tertarik untuk mencoba?